Image of Mencuri Uang Rakyat: 16 Kajian Korupsi di Indonesia, Buku 1: Dari Puncak sampai Dasar

Book

Mencuri Uang Rakyat: 16 Kajian Korupsi di Indonesia, Buku 1: Dari Puncak sampai Dasar



Korupsi sudah meluas, merata, dan mendalam. Tiada satu pun pemerintahan Indonesia yang sungguh-sungguh berupaya mengatasinya. Pemerintah juga kurang berminat pada administrasi negara yang bebas KKN karena besarnya kebutuhan partai politik akan uang untuk kampanye pemilihan umum 2004. Tidak satu pun partai politik yang memasukkan pemberantasan KKN ke dalam agenda pokok politiknya.
Bentuk korupsi pun beragam, dari mencuri uang di brankas sampai menghadiahkan saham kosong kepada pejabat. Korupsi yang lebih canggih berbentuk pencucian uang, penipuan terhadap bank milik sendiri, mengeluarkan peraturan yang menguntungkan kelompok tertentu, dan menjalin hubungan saling menguntungkan antara kekuatan politik dan perusahaan besar.
Mencuri Uang Rakyat memperingatkan bahwa kebijakan tunggal tidak akan mempu menahan arus deras korupsi. Bila tekanan politik cukup kuat, biasanya pemerintah berhasil menggembosi gerakan anti-korupsi dengan pura-pura serius ingin melawan korupsi dengan cepat-cepat membentuk komisi dan satgas anti-korupsi.
Menjebloskan koruptor ke dalam penjara juga tidak akan berhasil membendung arus korupsi.


Ketersediaan

8564INA II.02.05 Mencuri/2002Perpustakaan Komnas HAMTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
Mencuri Uang Rakyat: 16 Kajian Korupsi di Indonesia
No. Panggil
INA II.02.05 Mencuri/2002
Penerbit Yayasan Aksara : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
xiii, 220 halaman; 18 x 24 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9793093013
Klasifikasi
INA II.02.05
Tipe Isi
text
Tipe Media
unmediated
Tipe Pembawa
volume
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

JudulEdisiBahasa
Mencuri Uang Rakyat: 16 Kajian Korupsi di Indonesia, Buku 2: Pesta Tentara, Hakim, Bankir, Pegawai Negeriid
Mencuri Uang Rakyat: 16 Kajian Korupsi di Indonesia, Buku 3: Bantuan Asing, Swasta, BUMNid
Mencuri Uang Rakyat: 16 Kajian Korupsi di Indonesia, Buku 4: Mencari Paradigma Baruid



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this